Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Istilah STRATA atau STRATM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratificiation sering diterjemahkan dengan lapisan masyarakat. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan yang sam menurut ukuran masyarakatnya, dikatakan berada dalam suatu lapisan stratum. Didefinisikan oleh Pitirim A. Sorokin, pelapisan masyarakat adalah perbedaan masyarakat atau penduduk ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat. Masyarakat berstratifikan sering di gambarka dengan kerucut atau piramida. Pelapisan masyarakat terjadi dengan sendirinya, dan dapa pula terjadi karena disengaja. Sistem pelapisan masyarakat dapat dibedakan menjadi sistem pelapisan masyarakat yang tertutup, dan sistem pelapisan masyarakat yang terbuka. Ukuran yang biasa dipakai dalam menggolong-golongkan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial ialah kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan.
Kesamaan derajat terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak inilah yang dinamakan Hak Asasi Manusia. Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat laun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu, karena di mana kekuasaan negara itu berkembang, terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu.
Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial. Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain yaitu elite menduduki posisi penting an cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat, faktor utama yang menentukan keberhasilan meraka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan yang baik, dalam hal tanggung jawab meraka memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dan imbalan yang lebih besar yang diperleh atas pekerjaan dan usaha mereka. Adanya perbedaan dalam masyarakat bagaimanapun juga menjadi tanggung jawab meraka untuk dapat bekerjasama lain di dalam tiap lembaga kehidupan masyarakat.
Massa. Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan keolekrif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berberda dengannya dalam hal-hal lain. Massa diwakili pleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku masal sepertinya mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberikan dalam pers, atau mereka yang berperan serta dalam suatu migrasi dalam arti luas.
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
a. Penduduk dunia dan Masalahnya
pada awal zaman modern sampai kira-kira tahun 1650, penduduk dunia telah mencapai 500 juta jiwa. Berkat kemajuan ilmu kedokteran, pemeliharaan kesehatan penduduk termasuk usaha-usaha imunitas menjadi lebih terjamin.akan tetapipada galibnya tidak semua negara di dunia mengalami pertumbuhan penduduk yang demikian pesatnya. Negara-negara Eropa Barat pada abad 20 ini cenderung mengalami kondisi stasioner, bahkan cenderung memiliki sedikit jumlah penduduk berumur muda dibandingkan dengan jumlah penduduk dewasa.
b. Pendidikan dan Kesehatan di negara-negara berkembang
1) Pendidikan.
Penduduk pedesaan, terutama anak0anak usia sekolah di negara-negara berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin sebagian besar tidak memperoleh kesempatan menempuh jejnajng pendidikan di sekolah, akibat dari kondisi kemiskinannya. Suatu hasil survei UNICEF membuktikan bahwa 58% anak-anak pedesaan miskin di Delhi India, tidak bersekolah karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekolah , dan 32% terikat dengan kerja rumah tangga, termasuk merawat adik yang masih kecil. Di samping tekanan ekonomi, penduduk pedesaan miskin paling sering kekurngan bangunan sekolah dan guru yang memenuhi syarat. Di negara-negara Berkembang terdapat variasi anak-anak usia sekolah yang mendapat kesempatan dalam pendidikan formal. Semakin tinggi jabatan/status pekerjaan semakin tinggi pula jumlah presentase anak-anak yang masuk sekolah.
2) Kesehatan.
Penduduk usia muda pada negar-negara berkembang sering kedapan menderita kurang vitamin A, kasus-kasus penderita kekurangan vitamin A yang menonjol misalnya terjadi pada anak-anak di negara-negara Asia Selatan, Asia Tenggara, dan sebagainya. Penyakit-penyakit menular seperti tuberkulosis, banyak menyerang penduduk di daerah pemukiman kampung miskin di perkotaan, antara lain Kalkuta(India) dan Ibadan(Afrika Barat). Bersumber pada konsultan kesehatan dari WHO di Zimbabwe(Desember 1983) ditemukan ± sejuta penderita penyakit lepra atau kusta. Beberapa survei konsumsi makanan dilakukan di Asia menunjukan bahwa pemakai kalori rata-rata penduduk berada di bawah tingkat yang dibutuhkan di beberapa negara.
3) Perhatian para negarawan dan ilmuan terhadap masalah penduduk dunia.
Para negarawan dan ilmuan sungguh-sungguh menyadari dan telah memperhitungkan betapa besar bencana yang ditimbulkan oleh ledakan penduduk dunia. Kelompok Roma melakukan studi internasional selama 18 bulan dengan biaya dari yayasan Volkswagen di Jerman. The Limits to Growth merupakan gerakan tahap pertama dari proyek internasiaonal itu. Metode kerjanya menggunakan jasa computer (Model Dunia Promotif). Metode itu sebagai karya rintisan Prof. Jay Forrester dari MIT. Model dunia ini secara khusus dibuat untuk mempelajari kelakuan unsur dominan yaitu : penduduk yang makin bertambah, makin pesat industrilisasi, produk pertanian, makin habis sumber daya alam yang tak tergantikan, dan makin rusak alam lingkungan. Dari studi tersebut dapat di simpulkan bahwa apabila kondisi-kondisi yang berlalu sekarang ini dibiarkan kadaluarsa, maka dalam waktu 100 tahun saja, daya tahan dan keseimbangan bumi kita akan mencapai batas kemampuan terakhir.
1) Interaksi eksponensial dari ilmu variabel yang dominan.
Kelima variabel yang dominan membutikan saling mempengaruhi satu sama lain. Bumi kita mempunyai kira-kira 3,2 milyar hektar tanah yang potensial baik untuk pertanian. Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi dua kali lipat, akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. Kemudian krisis berikutnya segera menyusul. Dari segi lain, akibat pertumbuhan penduduk eksponensial, lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat, bersumber dari knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk korban diokdisa setiap saat. Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dari sampah-sampah organik. Pada dimensi lain, akibat bertambahnya penduduk dunia yang diiringi dengan peningkatan taraf hidup, memungkinkan segera meningkatnya kebutuhan akan sumber-sumber alam. Karena persediaan sumber-sumber alam yang tak tergantikan sudah semakin habis, maka daya pikul dunia akan dilampaui, dan terjadilah keruntuhan kehidupan di dunia.
c. kebijaksanaan Pemerintah Terhadap Masalah Kependudukan.
Dengan berbagai masalah yang timbul dari perkembangan penduduk tersebut di atas, maka setiap pemerintah yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya akan mengambil dan melakukan berbagai kebijaksanaan dalam hal tersebut. Untuk kebijaksanaan-kebijaksanaan itu antara berbagai negara dan golongan tingkatan perkembangan negara adalah tidak sama.
• Bagi negara berkembang termasuk Indonesia, kebijakan ini pada umumnya disesuaikan dengan filsafah/pandangan hidup daripada bangsa di negara itu sendiri. negara- negara berkembang melakukan berbagai program, misalnya Indonesia melakukan program Intensifikasi dan Ekstensifikasi pertanian, Industrilisasi, Pendidikan Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Transmigrasi.
• Tiap negara saat ini bekerja sama dalam mengatasi masalah kependudukan.
d. Pranata-Pranata dan Instiyusionalisasi.
Norma-norma dalam masyarakat berguna untuk mengatur hubungan antar manusia untuk dapaty membedakan kekuatan mengikat daripada norma-norma tersebut, maks secara sosiologis dikenal adanya 4 pengertian yaitu, cara, kebiasaan, tata kelakuan, dan adat istiadat. Itu semua merupakan norma-norma kemasyarakatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar