Rabu, 03 November 2010

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Istilah STRATA atau STRATM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratificiation sering diterjemahkan dengan lapisan masyarakat. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan yang sam menurut ukuran masyarakatnya, dikatakan berada dalam suatu lapisan stratum. Didefinisikan oleh Pitirim A. Sorokin, pelapisan masyarakat adalah perbedaan masyarakat atau penduduk ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat. Masyarakat berstratifikan sering di gambarka dengan kerucut atau piramida. Pelapisan masyarakat terjadi dengan sendirinya, dan dapa pula terjadi karena disengaja. Sistem pelapisan masyarakat dapat dibedakan menjadi sistem pelapisan masyarakat yang tertutup, dan sistem pelapisan masyarakat yang terbuka. Ukuran yang biasa dipakai dalam menggolong-golongkan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial ialah kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan.

Kesamaan derajat terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak inilah yang dinamakan Hak Asasi Manusia. Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat laun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu, karena di mana kekuasaan negara itu berkembang, terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu.
Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial. Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain yaitu elite menduduki posisi penting an cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat, faktor utama yang menentukan keberhasilan meraka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan yang baik, dalam hal tanggung jawab meraka memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dan imbalan yang lebih besar yang diperleh atas pekerjaan dan usaha mereka. Adanya perbedaan dalam masyarakat bagaimanapun juga menjadi tanggung jawab meraka untuk dapat bekerjasama lain di dalam tiap lembaga kehidupan masyarakat.

Massa. Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan keolekrif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berberda dengannya dalam hal-hal lain. Massa diwakili pleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku masal sepertinya mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberikan dalam pers, atau mereka yang berperan serta dalam suatu migrasi dalam arti luas.





PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


a. Penduduk dunia dan Masalahnya
pada awal zaman modern sampai kira-kira tahun 1650, penduduk dunia telah mencapai 500 juta jiwa. Berkat kemajuan ilmu kedokteran, pemeliharaan kesehatan penduduk termasuk usaha-usaha imunitas menjadi lebih terjamin.akan tetapipada galibnya tidak semua negara di dunia mengalami pertumbuhan penduduk yang demikian pesatnya. Negara-negara Eropa Barat pada abad 20 ini cenderung mengalami kondisi stasioner, bahkan cenderung memiliki sedikit jumlah penduduk berumur muda dibandingkan dengan jumlah penduduk dewasa.

b. Pendidikan dan Kesehatan di negara-negara berkembang

1) Pendidikan.

Penduduk pedesaan, terutama anak0anak usia sekolah di negara-negara berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin sebagian besar tidak memperoleh kesempatan menempuh jejnajng pendidikan di sekolah, akibat dari kondisi kemiskinannya. Suatu hasil survei UNICEF membuktikan bahwa 58% anak-anak pedesaan miskin di Delhi India, tidak bersekolah karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekolah , dan 32% terikat dengan kerja rumah tangga, termasuk merawat adik yang masih kecil. Di samping tekanan ekonomi, penduduk pedesaan miskin paling sering kekurngan bangunan sekolah dan guru yang memenuhi syarat. Di negara-negara Berkembang terdapat variasi anak-anak usia sekolah yang mendapat kesempatan dalam pendidikan formal. Semakin tinggi jabatan/status pekerjaan semakin tinggi pula jumlah presentase anak-anak yang masuk sekolah.

2) Kesehatan.

Penduduk usia muda pada negar-negara berkembang sering kedapan menderita kurang vitamin A, kasus-kasus penderita kekurangan vitamin A yang menonjol misalnya terjadi pada anak-anak di negara-negara Asia Selatan, Asia Tenggara, dan sebagainya. Penyakit-penyakit menular seperti tuberkulosis, banyak menyerang penduduk di daerah pemukiman kampung miskin di perkotaan, antara lain Kalkuta(India) dan Ibadan(Afrika Barat). Bersumber pada konsultan kesehatan dari WHO di Zimbabwe(Desember 1983) ditemukan ± sejuta penderita penyakit lepra atau kusta. Beberapa survei konsumsi makanan dilakukan di Asia menunjukan bahwa pemakai kalori rata-rata penduduk berada di bawah tingkat yang dibutuhkan di beberapa negara.

3) Perhatian para negarawan dan ilmuan terhadap masalah penduduk dunia.

Para negarawan dan ilmuan sungguh-sungguh menyadari dan telah memperhitungkan betapa besar bencana yang ditimbulkan oleh ledakan penduduk dunia. Kelompok Roma melakukan studi internasional selama 18 bulan dengan biaya dari yayasan Volkswagen di Jerman. The Limits to Growth merupakan gerakan tahap pertama dari proyek internasiaonal itu. Metode kerjanya menggunakan jasa computer (Model Dunia Promotif). Metode itu sebagai karya rintisan Prof. Jay Forrester dari MIT. Model dunia ini secara khusus dibuat untuk mempelajari kelakuan unsur dominan yaitu : penduduk yang makin bertambah, makin pesat industrilisasi, produk pertanian, makin habis sumber daya alam yang tak tergantikan, dan makin rusak alam lingkungan. Dari studi tersebut dapat di simpulkan bahwa apabila kondisi-kondisi yang berlalu sekarang ini dibiarkan kadaluarsa, maka dalam waktu 100 tahun saja, daya tahan dan keseimbangan bumi kita akan mencapai batas kemampuan terakhir.

1) Interaksi eksponensial dari ilmu variabel yang dominan.

Kelima variabel yang dominan membutikan saling mempengaruhi satu sama lain. Bumi kita mempunyai kira-kira 3,2 milyar hektar tanah yang potensial baik untuk pertanian. Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi dua kali lipat, akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. Kemudian krisis berikutnya segera menyusul. Dari segi lain, akibat pertumbuhan penduduk eksponensial, lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat, bersumber dari knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk korban diokdisa setiap saat. Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dari sampah-sampah organik. Pada dimensi lain, akibat bertambahnya penduduk dunia yang diiringi dengan peningkatan taraf hidup, memungkinkan segera meningkatnya kebutuhan akan sumber-sumber alam. Karena persediaan sumber-sumber alam yang tak tergantikan sudah semakin habis, maka daya pikul dunia akan dilampaui, dan terjadilah keruntuhan kehidupan di dunia.

c. kebijaksanaan Pemerintah Terhadap Masalah Kependudukan.

Dengan berbagai masalah yang timbul dari perkembangan penduduk tersebut di atas, maka setiap pemerintah yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya akan mengambil dan melakukan berbagai kebijaksanaan dalam hal tersebut. Untuk kebijaksanaan-kebijaksanaan itu antara berbagai negara dan golongan tingkatan perkembangan negara adalah tidak sama.
• Bagi negara berkembang termasuk Indonesia, kebijakan ini pada umumnya disesuaikan dengan filsafah/pandangan hidup daripada bangsa di negara itu sendiri. negara- negara berkembang melakukan berbagai program, misalnya Indonesia melakukan program Intensifikasi dan Ekstensifikasi pertanian, Industrilisasi, Pendidikan Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Transmigrasi.
• Tiap negara saat ini bekerja sama dalam mengatasi masalah kependudukan.

d. Pranata-Pranata dan Instiyusionalisasi.

Norma-norma dalam masyarakat berguna untuk mengatur hubungan antar manusia untuk dapaty membedakan kekuatan mengikat daripada norma-norma tersebut, maks secara sosiologis dikenal adanya 4 pengertian yaitu, cara, kebiasaan, tata kelakuan, dan adat istiadat. Itu semua merupakan norma-norma kemasyarakatan.

MARAKNYA PENCULIKAN VIA FACEBOOK

Facebook- Siapa yang tidak kenal dengan social networking atau situs pertemanan yang satu ini. Situs pertemanan hasil besutan seorang mahasiwa Universitas Harvard Amerika , Mark Zuercgberg ini telah meraih hati para penggunanya di seluruh penjuru dunia bahkan di Indonesia khususnya. Facebook yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke enam beberapa hari yang lalu ini memang bisa dikatakan mempunyai prestasi gemilang di antara pesaing-pesaingnya di jajaran situs pertemanan di internet.

Facebook menawarkan beberapa jenis fasilitas, mulai dari berikirim komentar,berbagi foto,video,catatan bahkan tautan anda. Di samping itu facebook juga mengembangkan sayapnya dengan maksud agar mudah diintegrasikan atau di sambungkan dengan beberapa situs pertemanan maupun layanan konten internet yang lain. Bahkan facebook juga mengeluarkan Application Proggraming Interface(API) yang diperuntukan bagi para pengembang aplikasi yang berjalan di platform Facebook itu sendiri. Mungkin dari sekian banyak fitru maupun fasilitas beserta layanan-layanannya tersebut Facebook menaruh harap besar bahwa facebook bisa terus bertengger di jajaran situs pertemanan di dunia maya.

Tahu kah anda bahwa semakin pohon itu tinggi semakin kencang pula terpaan angin yang menerpanya itulah peribahasa yang bisa mewakili Facebook untuk saat ini. Seiring dengan kepopulerannya facebook ternyata juga menuai pro dan kontra. Bahkan akhir-akhir ini tersiar kabar bahwa facebook dijadikan sarana untuk melancarkan aksi penculikan beberapa remaja. Santernya pemeberitaan di media elektronik ,tv dan internet mengenai maraknya aksi penculikan beberapa gadis remaja seumuran SMP. Membuat saya sedikit terusik akan pemeberitaan tentang facebook yang di jadikan sebgai sarana penculikan itu. Terus terang saya juga adalah seorang pengguna facebook atau facebook. Sampai saat tulisan ini saya tulis tersiar kabar sudah terjadi beberapa kasus penculikan remaja usia smp. Ketika pertama kali saya mendengar kabar tersebut cukup mengejutkan juga kok bisa ya facebook dijadikan sarana penculikan pertanyaan itu spontan timbul dalam hati saya.

Beberapa rentetan kasus penculikan yang sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat saat ini menurut perhitungan saya sudah ada kurang lebih 5 kasus penculikan yang semuanya memanfaatkan situs pertemanan Facebook di mana situs tersebut menjadi salah satu situs yang paling banyak di akses saat ini di Indonesia. Sebut saja kasus menghilangnya Marietta Nova Triani alias Nova gadis remaja berusia 14 tahun. Nova, gadis yang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur ini menghilang hampir tiga hari lalu ketika berkunjung ke rumah pamannya di Perumahan Alamanda, Bumi Serpong Damai(BSD) Tangerang, Banten. Nova diduga telah dibawa lari kenalannya di situs jejaring sosial Facebook bernama Ari. Kuat dugaan, dalam pelarian ini, Ari telah mencabuli Nova.

Lagi-lagi saya heran melihat beberapa kasus tersebut,mungkin kalau hanya satu kasus pun masih bisa di tolerir tapi ini bisa dikatakan lebih dari satu kasus yang mencuat kepermukaan. Timbul beberapa dugaan dalam pikiran saya tentang maraknya kasus penculikan via situs petemanan Facebook ini. Saya sempat berasumsi hal tersebut bisa terjadi karena Adanya sindikat perdagangan manusia atau human trafficking yang sengaja memanfaatkan konten situs pertemanan facebook untuk mencari sasarannya. Bisa jadi ini adalah modus baru dalam aksi di mana pelaku melakukan hubungan pertemanan di dunia maya khususnya di facebook dengan dalil ingin menjadi teman dan pada akhirnya meningkat pada level keinginan untuk mengajak sang korban bertemu di suatu tempat yang telah direncanakan oleh sang pelaku penculikan.

Tapi di sisi lain memang kalau kita perhatikan yang menjadi korban dari aksi penculikan ini memang gadis yang bisa dibilang masih ABG. Kadang saya juga melihat bahwa anak remaja sekarang sedikit menunjukkan suatu pola hidup yang pengen menunjukkan eksistensinya di dunia maya. Coba deh liat banyak anak-anak ABG yang berpose ria dalam berfotonya dengan muka-muka imut dan selalu memajang di situs pertemanan. Masalah faktor kelabilan bisa juga menjadi sasaran empuk para pelaku penculikan, menurut saya faktor lingkungan keluarga mungkin juga bisa menjadi penyebabnya di mana si korban ini tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga pu juga bisa. Bahkan bujukan dari seorang taman pun kemungkinan besar juga bisa kalau menurut saya. Hal yang sedikit menggelitik adalah dari kasus-kasus tersebut ada unsur suka sama suka atau istilahnya pacaran via internet. Bahkan semua kasus berujung sama delik permasalahannya. Aneh kisah percintaan di dunia maya yang berujung petaka.

Fenomena maraknya penculikan melalui situs pertemanan Facebook ini menurut saya akan sedikit menimbulkan paradigma baru akan hubungannya kasus ini dengan Facebook itu sendiri. Terus terang saya selaku pengguna facebook atau facebooker sedikit khawatir karena lebih condong kekhawatiran saya ini justru ke arah Facebook itu sendiri. Siapa tahu kalau facebook ini lagi-lagi di cap sebagai biang keladi dari kasus ini atau dengan kata lain akan timbul persepsi dari masyarakat.
Menurut saya Facebook sendiri hanya sebagai media untuk komunikasi dan tidak lebih. Bisa diibaratkan seperti pisau kalau kita gunakan untuk yang positif akan positif tapi kalau negatif ya hasilnya negatif, Facebook pun juga seperti itu. Sebenarnya tinggal bagaimana kita memanfaatkan Facebook itu sendiri, tidak sedikit facebook juga memberikan manfaat baik dari segi bisnis dan sebagainya.
Sumber Referensi : http://setokakseto.posterous.com/
Okezone

SEMAKIN MENINGKAT ANGKA KRIMINALITAS SEMAKIN MERESAHKAN MASYARAKAT

Polda Metro Jaya mencatat terjadi peningkatan Angka kriminal sebesar 2,71 persen selama tahun 2007 di banding tahun sebelumnya. "Angka kriminal total tahun ini dibanding 2006 meningkat, kalau 2006 tercatat 59.376 kasus sekarang menjadi 60.983," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana dalam jumpa pers catatan akhir tahun di Mapolda, Jakarta, Senin (31/12/2007).

Selain itu, Ketut menjelaskan bahwa rata-rata risiko tindak kejahatan terhadap per 100 ribu penduduk juga meningkat, dari 310 menjadi 317, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 2,25 persen.Namun demikian, waktu kejadian tindak kejahatan mengalami penurunan. Jika pada 2006 peristiwa kriminal terjadi setiap 8 menit 51 detik, pada 2007 ini turun menjadi setiap 9 menit terjadi tindak kriminal. Ketut menjelaskan, angka kriminal kejahatan yang naik di 2007 yang paling menonjol yaitu narkoba. di tahun 2006 kejahatan narkoba tercatat 7.133 kasus, di 2007 menjadi 7.168. Naik 0,49 persen."Kalau dihitung perhari ada 19 kasus narkoba," ujar Ketut.

Sementara kasus curanmor baik roda dua maupun empat tercatat, rata-rata dilaporkan 29 kehilangan kendaraan perhari. Sementara itu untuk angka korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada 2007, menurut Ketut perharinya tercatat 9 orang tewas di jalan. "Angka korban meninggal naik 13,47 persen," imbuhnya. Untuk menekan angka kecelakaan dan kriminalitas itu, Ketut meminta kepada jajarannya agar lebih bekerja keras untuk menekan kriminalitas di ibu kota. "Pada anggota diharapkan tetap bekerja keras, dan berdedikasi tinggi untuk menekan angka kriminalitas di tahun mendatang," pungkasnya.
Kriminalitas bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Kriminalitas juga akan terjadi di mana ada kesempatan. Oleh karena itulah, kita seharusnya lebih waspada tehadap lingkungan sekitar, siapa pun tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya. Lebih cermat lagi dalam menjalani aktivitas juga bergaul. Tinggkatkan keamanan dan kenyamannan pada diri kita juga orang-orang di sekieliling kita.
Sumber Referensi : http://news.okezone.com/

LEDAKAN TABUNG GAS 3,5 KG BANYAK MEMAKAN KORBAN

Ledakan tabung gas ukuran 3 kilogram kembali menelan korban. Kali ini ledakan tabung gas terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Djawahir RT 17 RW 06 nomor 133, Kelurahan Cilandakbarat, Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. Menurut saksi mata yakni warga sekitar rumah yang terkena ledakan, Lastri (40), suara ledakan terdengar sekitar pukul 12.00 WIB. “Saya kaget tiba-tiba terdengar suara meledak dua kali,” ujarnya. Ledakan tersebut seketika membuat kobaran api yang menghanguskan dua kontrakan sekaligus.

Menurut Kapolsek Cilandak, Azhar Nugroho, ledakan yang pertama tersebut berasal dari tabung gas 3,5 kilo, ledakan kedua diprediksi dari motor korban yakni Honda GL Pro yang meledak setelah api menjalar.
Tak lama setelah api menjalar, tim pemadam kebakaran dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Sudin Damkar) mendatangi lokasi kejadian. Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Jakarta Selatan, Muchtar, mengatakan sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakan api. Menurut Muchtar, api langsung dapat dikuasi 30 menit setelah kejadian, yakni sekitar pukul 12.30 WIB. " Kendala yang kita hadapi selama pemadaman yakni lokasi ada di daerah padat penduduk ," jelasnya. Menurut Lastri rumah kontrakan tempat tabung gas meledak tersebut dihuni oleh kurang lebih 5 orang. Mereka diketahui berprofesi pedagang pecel lele di kawasan Fatmawati dan Antasari. Namun pemilik usaha sedang tidak berada di lokasi. "Bosnya lagi di luar kota," katanya.

Fahmi (42) warga lainnya, mengatakan sebelum peristiwa naas tersebut terjadi ada tiga orang yang berada di dalam kontrakan. Namun, saat ledakan terjadi satu orang lainnya sedang membeli makanan sehingga hanya dua korban yang terbakar. Menurut Keterangan para polisi dari Polsek Cilandak, saat peristiwa terjadi korban Yadi (20)berada di kamar mandi. Sedangkan Sugiarto (21) sempat berlari keluar rumah namun api sudah membakar seluruh tubuhnya.“Yadi (20) ditemukan langsung meninggal di tempat. Sugiarto sempat keluar dan ditarik warga, tapi tetap sudah tidak bisa ditolong ia meninggal dalam perjalanan ke RS fatmawati," ujar Kapolsek Cilandak, Azhar Nugroho.

Kedua korban diketahui berasal dari Tuban Jawa Timur. “Keluarganya kemungkinan akan dihubungi oleh pihak rumah sakit,” jelas Azhar. Menurut para tetangga korban dalam kontrakan tersebut terdapat 13 tabung gas berukuran 3 kilogram. "Tabungnya kan buat stok dagang jadinya banyak," ujar Fahmi. Saat ini, Azhar menambahkan, barang bukti berupa motor yang meledak dan ketigabelas tabung gas berukuran 3 kilogram tersebut sudah dibawa petugas pusat laboratorium forensik (Puslabfor) untuk diselidiki.

Kebijakan Pemerintah satu ini, dianggap sangat rendah tingkat keamananya, dilihat dari kondisi tabung gasnya pun tidak layak pakai. Sehingga banyak warga yang kembali memakai minyak tanah bahkan kayu untuk memasak karena takut akan ledakan gas berukuran 3,5 kg. Padahal pihak Pertamina mengaku memproduksi tabung gas ukuran 3,5 kg dengan tabung yang layak pakai. Kebanyakan tabung gas yang meledak dikarenakan adanya kebocoran pada tabung, atau pada kalbulator yang tidak sesuai atau tidak pas.
Oleh karena itu, bagi masyarakat yang menggunakan gas berukuran 3,5 kg untuk memasak dan aktivitas lainnya, diharapkan berhati-hati dalam pemakaiannya. Pemerintah pun sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang menggunakan tabung gas dengan ketentuan yang baik dan aman. Jadi patuhilah pelaksanaannya karena ini menyangkut keselamatan kita sebagai konsumen.
Sumber Referensi : www.republika.co.id

KENAIKAN BBM BAGI MASYARAKAT

Pemerintah dinilai tidak mampu menata dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) hingga ke level pelaksanaan paling bawah, khususnya dampak yang ditimbulkan di masyarakat, sehingga terjadi kenaikan harga barang dan tarif angkutan yang semrawut. Demikian pendapat anggota Panitia Anggaran DPR Rizal Djalil, anggota Komisi V DPR Nusyirwan Soejano, dan ekonom dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wijaya Adi yang dikonfirmasi Pembaruan secara terpisah di Jakarta, Jumat (4/3).

Menurut Rizal, keinginan pemerintah memang menginginkan maksimal kenaikan tarif angkutan hanya 10 persen, tetapi kenyataan di lapangan kenaikan malah bervariasi antara 20 persen hingga 25 persen dan antara satu daerah dengan daerah lainnya berfluktuasi. “Artinya kalau terjadi seperti ini pemerintah harus memonitor. Kondisi ini yang pemerintah tidak perhitungkan secara lebih detail sebelumnya sehingga mereka dianggap lemah. Apalagi, reaksi menaikkan tarif, semacam respons psikologis,” kata Rizal.

Panitia Anggaran, jelas dia, sebelumnya sudah meminta, sebelum menaikkan tarif, harus dipersiapkan terlebih dahulu Keputusan Menteri tentang Tarif, lalu dikonsultasikan dengan masing-masing Pemerintah daerah (Pemda), sehingga ketika tarif dinaikkan semuanya sudah siap. Apalagi, wewenang menaikkan tarif di masing-masing daerah ada di tangan Pemda dan DPRD setempat. Ketika hal ini tidak dilakukan, pada saat tarif dinaikkan pemerintah seperti gelagapan, karena tidak siap terhadap reaksi dari masyarakat yang memprotes dampak kenaikan BBM.

Ekonom LIPI Wijaya Adi mengatakan, pernyataan Presiden yang menyatakan mengurangi subsidi dengan menaikkan BBM untuk menegakkan keadilan sebenarnya menyesatkan. Sebab, dengan dalih menarik subsidi dari kelompok kaya dan mengalihkannya kepada kelompok miskin, justru yang memikul beban yang berat adalah masyarakat yang penghasilannya di atas Rp 1.000 hingga Rp 2.000 di atas kelompok masyarakat yang masuk kategori miskin. “Letak keadilannya di mana, cuma selisih pendapatannya sangat kecil, tetapi beban yang ditanggung sangat beda. Bagi kelompok menengah ke atas sebenarnya tidak ada masalah,” katanya.

Mengenai dampak kenaikan BBM terhadap tarif angkutan, dia mengatakan, pemerintah tidak menata hingga ke tingkat paling bawah, sehingga tarif itu tidak seragam. Semestinya, pemerintah dari awal sudah mengomunikasikan hal ini kepada Pemda dan DPRD sekaligus memberikan petunjuk bahwa batas kenaikan hanya maksimal pada ketentuan yang ditetapkan. Sementara itu, Nusyirwan mengatakan, kenaikan BBM rata-rata 30 persen ini akan memukul usaha transportasi darat dan laut dan pada ujungnya akan berdampak langsung pada rakyat kecil. Perusahaan transportasi dipastikan akan menurunkan standar pelayanannya kepada masyarakat. “Saya baca dan mendengar bahwa sekarang ini banyak perusahaan transportasi yang menjerit dengan kenaikan BBM ini. Seperti yang disampaikan oleh Pelni, dengan kenaikan BBM ini menambah beban pengeluaran 443 juta rupiah per hari,” katanya.

Sebelumnya Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Jeffrie Geovanie mengatakan, pemerintah harus bisa mengendalikan naiknya ongkos transportasi yang nampaknya sekarang tidak terkendali karena naik jauh di atas yang ditetapkan. Jika pemerintah gagal, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi tindakan anarkis dan kalau itu terjadi akan berdampak sangat jelek bagi pemerintah di mata rakyat. “Jika pemerintah gagal mengamankan kenaikan biaya transportasi yang naiknya cukup tinggi, di mata rakyat, pemerintah dinilai gagal mengamankan keputusannya sendiri. Pemerintah ke depan tidak dipercaya lagi oleh rakyat. Persoalannya, apa yang dijanjikan Presiden bahwa dampak dari kenaikan BBM akan dapat dikendalikan itu harus betul-betul dapat dibuktikan di lapangan karena kemampuan itulah yang akan dapat langsung dilihat dan dinikmati oleh rakyat. Sekarang janji itulah yang ditunggu rakyat,” kata Jeffrie.

Seperti disampaikan oleh Kepala Humas PT Pelni Abubakar Gosyim bahwa kenaikan tarif BBM tentunya berdampak kepada dunia usaha khususnya transportasi laut. Mengingat angkutan laut, terutama kapal penumpang Pelni disamping ukuran dan daya angkut yang besar, tentu menyebabkan konsumsi BBMnya makin besar juga. Sebagai contoh pengoperasian kapal penumpang Pelni rata-rata komponen biaya BBM adalah 40 persen dari total biaya perusahaan. Bagi perusahaan pelayaran adanya kenaikan harga BBM akan dapat mempengaruhi pola operasi kapalnya. Hal tersebut dikarenakan kenaikan biaya BBM sangat berpengaruh kepada komponen biaya lainnya, antara lain untuk biaya makanan penumpang, docking, air tawar, dan bunker service. “Tak terkecuali bagi PT Pelni saat ini yang mengoperasikan 27 kapal penumpang, kenaikan ini cukup besar pengaruhnya,” katanya.

Abubakar memaparkan biaya yang dikeluarkan akibat adanya kenaikan harga BBM solar sebesar 33,3 persen dari harga sebelumnya yang hanya Rp 1.650 per liter menjadi Rp 2.200 per liter, menyebabkan biaya BBM untuk pengoperasian kapal meningkat, dari Rp 1.330,17 juta per hari menjadi Rp1.773,11 juta per hari. Sehingga tambahan biaya pengeluaran untuk BBM sebesar Rp 443 juta per hari, atau sebesar Rp 155,031 miliar per tahun. Angka tersebut belum tambahan biaya transportasi BBM melalui tongkang yang harus ditanggung, untuk pelabuhan yang tidak dilengkapi fasilitas pipa, sehingga praktis biaya yang harus dibayar oleh Pelni lebih besar dari harga yang ditetapkan Pemerintah.
Maka pemerintah seharusnya bisa lebih peka lagi terhadap kondisi masyarakat sekarang ini, perekonomian Negara juga hendaknya di tata sebagaimana mestinya. Kenaikan BBM ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terutama masyarakat kecil yang seharei-harinya bergantung pada BBM untuk mengais rezeki.
Sumber Referensi : http://27juli.wordpress.com/

Penulisan Umum Ilmu Sosial Dasar