Rabu, 03 November 2010

MARAKNYA PENCULIKAN VIA FACEBOOK

Facebook- Siapa yang tidak kenal dengan social networking atau situs pertemanan yang satu ini. Situs pertemanan hasil besutan seorang mahasiwa Universitas Harvard Amerika , Mark Zuercgberg ini telah meraih hati para penggunanya di seluruh penjuru dunia bahkan di Indonesia khususnya. Facebook yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke enam beberapa hari yang lalu ini memang bisa dikatakan mempunyai prestasi gemilang di antara pesaing-pesaingnya di jajaran situs pertemanan di internet.

Facebook menawarkan beberapa jenis fasilitas, mulai dari berikirim komentar,berbagi foto,video,catatan bahkan tautan anda. Di samping itu facebook juga mengembangkan sayapnya dengan maksud agar mudah diintegrasikan atau di sambungkan dengan beberapa situs pertemanan maupun layanan konten internet yang lain. Bahkan facebook juga mengeluarkan Application Proggraming Interface(API) yang diperuntukan bagi para pengembang aplikasi yang berjalan di platform Facebook itu sendiri. Mungkin dari sekian banyak fitru maupun fasilitas beserta layanan-layanannya tersebut Facebook menaruh harap besar bahwa facebook bisa terus bertengger di jajaran situs pertemanan di dunia maya.

Tahu kah anda bahwa semakin pohon itu tinggi semakin kencang pula terpaan angin yang menerpanya itulah peribahasa yang bisa mewakili Facebook untuk saat ini. Seiring dengan kepopulerannya facebook ternyata juga menuai pro dan kontra. Bahkan akhir-akhir ini tersiar kabar bahwa facebook dijadikan sarana untuk melancarkan aksi penculikan beberapa remaja. Santernya pemeberitaan di media elektronik ,tv dan internet mengenai maraknya aksi penculikan beberapa gadis remaja seumuran SMP. Membuat saya sedikit terusik akan pemeberitaan tentang facebook yang di jadikan sebgai sarana penculikan itu. Terus terang saya juga adalah seorang pengguna facebook atau facebook. Sampai saat tulisan ini saya tulis tersiar kabar sudah terjadi beberapa kasus penculikan remaja usia smp. Ketika pertama kali saya mendengar kabar tersebut cukup mengejutkan juga kok bisa ya facebook dijadikan sarana penculikan pertanyaan itu spontan timbul dalam hati saya.

Beberapa rentetan kasus penculikan yang sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat saat ini menurut perhitungan saya sudah ada kurang lebih 5 kasus penculikan yang semuanya memanfaatkan situs pertemanan Facebook di mana situs tersebut menjadi salah satu situs yang paling banyak di akses saat ini di Indonesia. Sebut saja kasus menghilangnya Marietta Nova Triani alias Nova gadis remaja berusia 14 tahun. Nova, gadis yang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur ini menghilang hampir tiga hari lalu ketika berkunjung ke rumah pamannya di Perumahan Alamanda, Bumi Serpong Damai(BSD) Tangerang, Banten. Nova diduga telah dibawa lari kenalannya di situs jejaring sosial Facebook bernama Ari. Kuat dugaan, dalam pelarian ini, Ari telah mencabuli Nova.

Lagi-lagi saya heran melihat beberapa kasus tersebut,mungkin kalau hanya satu kasus pun masih bisa di tolerir tapi ini bisa dikatakan lebih dari satu kasus yang mencuat kepermukaan. Timbul beberapa dugaan dalam pikiran saya tentang maraknya kasus penculikan via situs petemanan Facebook ini. Saya sempat berasumsi hal tersebut bisa terjadi karena Adanya sindikat perdagangan manusia atau human trafficking yang sengaja memanfaatkan konten situs pertemanan facebook untuk mencari sasarannya. Bisa jadi ini adalah modus baru dalam aksi di mana pelaku melakukan hubungan pertemanan di dunia maya khususnya di facebook dengan dalil ingin menjadi teman dan pada akhirnya meningkat pada level keinginan untuk mengajak sang korban bertemu di suatu tempat yang telah direncanakan oleh sang pelaku penculikan.

Tapi di sisi lain memang kalau kita perhatikan yang menjadi korban dari aksi penculikan ini memang gadis yang bisa dibilang masih ABG. Kadang saya juga melihat bahwa anak remaja sekarang sedikit menunjukkan suatu pola hidup yang pengen menunjukkan eksistensinya di dunia maya. Coba deh liat banyak anak-anak ABG yang berpose ria dalam berfotonya dengan muka-muka imut dan selalu memajang di situs pertemanan. Masalah faktor kelabilan bisa juga menjadi sasaran empuk para pelaku penculikan, menurut saya faktor lingkungan keluarga mungkin juga bisa menjadi penyebabnya di mana si korban ini tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga pu juga bisa. Bahkan bujukan dari seorang taman pun kemungkinan besar juga bisa kalau menurut saya. Hal yang sedikit menggelitik adalah dari kasus-kasus tersebut ada unsur suka sama suka atau istilahnya pacaran via internet. Bahkan semua kasus berujung sama delik permasalahannya. Aneh kisah percintaan di dunia maya yang berujung petaka.

Fenomena maraknya penculikan melalui situs pertemanan Facebook ini menurut saya akan sedikit menimbulkan paradigma baru akan hubungannya kasus ini dengan Facebook itu sendiri. Terus terang saya selaku pengguna facebook atau facebooker sedikit khawatir karena lebih condong kekhawatiran saya ini justru ke arah Facebook itu sendiri. Siapa tahu kalau facebook ini lagi-lagi di cap sebagai biang keladi dari kasus ini atau dengan kata lain akan timbul persepsi dari masyarakat.
Menurut saya Facebook sendiri hanya sebagai media untuk komunikasi dan tidak lebih. Bisa diibaratkan seperti pisau kalau kita gunakan untuk yang positif akan positif tapi kalau negatif ya hasilnya negatif, Facebook pun juga seperti itu. Sebenarnya tinggal bagaimana kita memanfaatkan Facebook itu sendiri, tidak sedikit facebook juga memberikan manfaat baik dari segi bisnis dan sebagainya.
Sumber Referensi : http://setokakseto.posterous.com/
Okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar