Rabu, 03 November 2010

LEDAKAN TABUNG GAS 3,5 KG BANYAK MEMAKAN KORBAN

Ledakan tabung gas ukuran 3 kilogram kembali menelan korban. Kali ini ledakan tabung gas terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Djawahir RT 17 RW 06 nomor 133, Kelurahan Cilandakbarat, Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. Menurut saksi mata yakni warga sekitar rumah yang terkena ledakan, Lastri (40), suara ledakan terdengar sekitar pukul 12.00 WIB. “Saya kaget tiba-tiba terdengar suara meledak dua kali,” ujarnya. Ledakan tersebut seketika membuat kobaran api yang menghanguskan dua kontrakan sekaligus.

Menurut Kapolsek Cilandak, Azhar Nugroho, ledakan yang pertama tersebut berasal dari tabung gas 3,5 kilo, ledakan kedua diprediksi dari motor korban yakni Honda GL Pro yang meledak setelah api menjalar.
Tak lama setelah api menjalar, tim pemadam kebakaran dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Sudin Damkar) mendatangi lokasi kejadian. Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Jakarta Selatan, Muchtar, mengatakan sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakan api. Menurut Muchtar, api langsung dapat dikuasi 30 menit setelah kejadian, yakni sekitar pukul 12.30 WIB. " Kendala yang kita hadapi selama pemadaman yakni lokasi ada di daerah padat penduduk ," jelasnya. Menurut Lastri rumah kontrakan tempat tabung gas meledak tersebut dihuni oleh kurang lebih 5 orang. Mereka diketahui berprofesi pedagang pecel lele di kawasan Fatmawati dan Antasari. Namun pemilik usaha sedang tidak berada di lokasi. "Bosnya lagi di luar kota," katanya.

Fahmi (42) warga lainnya, mengatakan sebelum peristiwa naas tersebut terjadi ada tiga orang yang berada di dalam kontrakan. Namun, saat ledakan terjadi satu orang lainnya sedang membeli makanan sehingga hanya dua korban yang terbakar. Menurut Keterangan para polisi dari Polsek Cilandak, saat peristiwa terjadi korban Yadi (20)berada di kamar mandi. Sedangkan Sugiarto (21) sempat berlari keluar rumah namun api sudah membakar seluruh tubuhnya.“Yadi (20) ditemukan langsung meninggal di tempat. Sugiarto sempat keluar dan ditarik warga, tapi tetap sudah tidak bisa ditolong ia meninggal dalam perjalanan ke RS fatmawati," ujar Kapolsek Cilandak, Azhar Nugroho.

Kedua korban diketahui berasal dari Tuban Jawa Timur. “Keluarganya kemungkinan akan dihubungi oleh pihak rumah sakit,” jelas Azhar. Menurut para tetangga korban dalam kontrakan tersebut terdapat 13 tabung gas berukuran 3 kilogram. "Tabungnya kan buat stok dagang jadinya banyak," ujar Fahmi. Saat ini, Azhar menambahkan, barang bukti berupa motor yang meledak dan ketigabelas tabung gas berukuran 3 kilogram tersebut sudah dibawa petugas pusat laboratorium forensik (Puslabfor) untuk diselidiki.

Kebijakan Pemerintah satu ini, dianggap sangat rendah tingkat keamananya, dilihat dari kondisi tabung gasnya pun tidak layak pakai. Sehingga banyak warga yang kembali memakai minyak tanah bahkan kayu untuk memasak karena takut akan ledakan gas berukuran 3,5 kg. Padahal pihak Pertamina mengaku memproduksi tabung gas ukuran 3,5 kg dengan tabung yang layak pakai. Kebanyakan tabung gas yang meledak dikarenakan adanya kebocoran pada tabung, atau pada kalbulator yang tidak sesuai atau tidak pas.
Oleh karena itu, bagi masyarakat yang menggunakan gas berukuran 3,5 kg untuk memasak dan aktivitas lainnya, diharapkan berhati-hati dalam pemakaiannya. Pemerintah pun sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang menggunakan tabung gas dengan ketentuan yang baik dan aman. Jadi patuhilah pelaksanaannya karena ini menyangkut keselamatan kita sebagai konsumen.
Sumber Referensi : www.republika.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar